Pinangki Gunakan Uang Suap dari Djoko Tjandra untuk Beli BMW dan Sewa Apartemen

  • Whatsapp

JAKARTA, MIDOR.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa jaksa Pinangki Sirna Malasari menggunakan uang suap sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra untuk hidup mewah.

Dari uang tersebut, Pinangki membeli mobil hingga menyewa apartemen.

Bacaan Lainnya

Selain untuk membeli mobik SUV bermerk BMW X5, Pinangki juga memakai uang tersebut untuk membayar sewa apartemen senilai Rp 75 juta.

Hal ini yang mendasari Kejagung menjerat Pinangki dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Beli BMW, bayar biaya perawatan, sewa apartemen sebulan Rp 75 juta,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah, Rabu (9/9).

Febrie pun tak memungkiri, uang suap dari Djoko Tjandra yang dugaan untuk pengurusan fatwa hukum Mahkamah Agung (MA) itu juga tersebar ke pihak lain.

Salah satunya adalah mantan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.

“Hingga saat ini fakta hukum masih kuasai Pinangki. Karena ini uang muka, akhirnya nggak jadi, beralih ke PK dengan Anita,” cetus Febrie.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kejagung lebih dahulu menetapkan Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka, dugaan penerima suap sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra untuk membantu proses pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Sebagai penerima suap, Pinangki dapat sangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Pinangki juga telah terjerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Djoko Tjandra tetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pengurusan fatwa MA itu d!duga merupakan permintaan dari Djoko Tjandra agar tidak d!eksekusi terkait hukuman yang d!jatuhkan hakim atas kasus korupsi hak tagih (cassie) Bank Bali.

Djoko Tjandra d!sangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, Korps Adhyaksa juga menetapkan Andi Irfan Jaya yang duga perantara suap terhadap Jaksa Pinangki. Teman dekat jaksa Pinangki itu d!duga turut membantu pengurusan fatwa hukum Djoko Tjandra d! MA.

Andi Irfan d!sangkakan melanggar Pasal Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (sumeks.co)

Pos terkait