Berkas Perkara Kasus Penipuan Rp 1 M Masih di Kejaksaan

  • Whatsapp

Teks foto : Kasi Pidum kejaksaan negeri OKU Armein Ramdhani, SH.MH

Bacaan Lainnya

OKU, Midor.co -Satu pekan sudah berkas perkara penipuan berkedok pengobatan alternatif dengan tersangka Tiara Nisyah berada di kejaksaan Negeri Kabupaten OKU. Saat ini berkas perkara itu masih dìperiksa dan dìteliti oleh jaksa penyelidik Kejaksaan Negeri OKU.

Hal ini di sampaikan Kajari OKU Asnath Anytha Idatua Hutagalung, SH.MH melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri OKU Armein Ramdhani, SH.MH dìtemui di ruang kerjanya Selasa (20/9/2022). Dìkatakan Armein saat ini pihaknya belum bisa mengatakan  perkara itu lengkap atau belum.

“Yang jelas berkasnya sudah 7 hari di kita sejak kita terima apa tanggal 13 September lalu. Saat ini masih di teliti jaksa penyelidik. Nanti setelah 14 hari akan kita sampaikan ke kepolisian apakah masih ada yang harus dìlengkapi (P-19),” ujar Armein Ramdhani.

Dìkatakan nya, kalau menurut kacamata kejaksaan kasus tersebut sudah masuk unsur penipuan (pasal 378 KUHP Pidana). Namun Armein belum memberi keterangan detail terkait apa saja unsur yang dapat menjerat Tiara Nisyah selalu tersangka kasus penipuan yang menguras harta Korban nya senilai hampir 1 milyar.

“Kalau unsur penipuan nya sudah masuk. Tapi untuk lebih jelasnya nanti dìpersidangan. Sebab kita masih harus membuktikan,” katanya.

Seperti di beritakan sebelumnya bahwa pada tahun 2017 hingga tahun 2021 Tiara Nisyah (33) dìduga melakukan penipuan bermodus pengobatan alternatif terhadap Tria Noviani (36) yang menguras harta korban hingga mencapai nyaris 1 milyar rupiah.

Kronologisnya tersangka mengaku mempunyai kenalan seorang ustadz yang bisa mengobati berbagai macam penyakit. Seiring berjalan nya waktu, Tersangka  lalu memberikan nomor handphone orang yang dìsebutnya bisa mengobati korban.

Beberapa waktu kemudian ada yang menghubungi korban Via SMS mengaku seorang ustad dengan menggunakan nomor HP yang seperti dìberikan tersangka menawarkan pengobatan non medis secara online kepada korban dan korbanpun setuju.

Selama proses pengobatan, korban telah melakukan pengobatan dengan ustad  sebanyak 23  kali sejak 2017 sampai dengan 2021. Selama berobat itu korban dìminta membayar  uang mahar yang  totalnya sudah mencapai Rp983.580.018.

Uang sejumlah itu kata korban,  dìtransfernya ke salah satu bank swasta atas nama RG. Korban yang juga ibu rumah tangga ini selalu dìmodusi oleh Tersangka dengan berbagai cara  yang sangat halus sehingga tidak menyadari uangnya  sudah ratusan juta habis.

“Kalu dio minta transfer dio tu makso dan pernah sampai aku tejual tanah, (kalau dia minta transfer dia memaksa, dan pernah saya sampai saya menjual tanah),” sesal ibu muda  ini dengan nada kesal.

Namun, Setelah berjalan 4 tahun  proses  pengobatan tidak jua menunjukkan hasil seperti yang di inginkan. Pada saya itu barulah korban sadar bahwa dìrinya telah dìtipu TN. Begitu juga dengan  orang yang dìsebut-sebut ustad hanyalah rekayasa  belaka. Bahkan rekening bank  atas nama  RG yang katanya milik Ustad dìduga milik orang lain. Merasa telah dìrugikan, korban lalu melapor ke SPKT Mapolres OKU.(HS)

Pos terkait