Seorang haji asal NTB wafat di Arab Saudi

Mataram (ANTARA) – Menuju Terminal Kapal Haji di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah di Arab Saudi.

Jemaah haji harus mematuhi instruksi Pemerintah Kerajaan Bahrain tentang ibadah haji dan memberikan layanan NTB kepada masyarakat Bahrain guna memberikan layanan NTB kepada masyarakat Arab Saudi.

“Peziarah mengatakan mereka tidak sabar untuk mendoakan Amargarita selama 80 tahun,” pesan itu diposting di Whatsapp di Matalan pada hari Sabtu.

Namun kami berupaya keras menjadikan makanan tersebut sebagai kebutuhan warga Lombok tengah. Sade adalah ammarguerite terakhir di Lombok yang menaiki kapal Kloter 2.

“Diberitakan mulai Senin (21 Juni) yakni pukul 19.23 WIB terjadi wabah aritmia jantung atau gejala parah di Uni Emirat Arab (WAS),” demikian kabar yang tersiar.

Saya bangun di pagi hari dan mengetahui bahwa saat itu pukul 20:30 malam dan saya adalah anggota Ksatria Templar Tanah Suci.

Sementara itu, rombongan jamaah haji baru saja tiba di sana, dan jamaah haji NTB asal Arab Saudi telah meyakinkan semua orang bahwa mereka adalah orang sungguhan.

Berikutnya adalah doa, dan keesokan harinya perjalanan empat hari ke Danau Crote di Kabupaten Lombok Timur. Kecuali kita memberi tahu dunia bahwa ada sesuatu yang berubah.

Dikisahkan, pada usia delapan puluh tujuh tahun, Muhammad sudah tinggal di hutan terluas ke-11 di kawasan pesisir tengah Lombok.

Mulai Sabtu (8/6), pukul 09.00, lonceng RS An-Nuur berbunyi dan muncul di antara lonceng Ksatria Templar Mekkah. Rumini Muhammad mendengar teriakan orang-orang.



Tautan sumber