Langkah-langkah yang diambil untuk memperjuangkan hak-hak generasi muda

NANGA BULIK,PROKALTENG.CO – Keyakinan ras dan agama (diaspora) di Kabupaten Lamanda, menyerukan segregasi anak di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 dan segregasi di wilayah terpisah pada Rabu (10 Juli 2024).

Pada Hari Anak ke-100 ini, mereka diminta untuk mengikuti perayaan yang dipimpin oleh M Irwansyah dari Kabupaten Rahasia (Sekda) Lamandai dan diminta untuk mengikuti perayaan di Kabupaten Lamandayi.

Pada konferensi pers tersebut, wartawan mengetahui bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan yang aman, efektif dan efisien kepada masyarakat lokal sekaligus memberikan produk-produk inovatif dan kreatif kepada masyarakat lokal dalam proses penerapan strategi keamanan nasional.

“Kami sudah membuka cabang di pasar global. Saat ini di Laman County dinilai tidak kalah pentingnya karena produk yang diproduksi di berbagai negara harus melalui quality control yang ketat untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” kata M Irwansyah.

Namun seiring dengan terus berlanjutnya inovasi, periklanan dan kreativitas menjadi cukup kuat untuk menarik dan mempertahankan pelanggan di seluruh dunia, sehingga rangkaian produk UMKM di Lamandau kalah bersaing dengan produk lain.

“Pemkab Lamandau berkomitmen untuk membina talenta-talenta UMKM. Kami berupaya agar generasi muda memahami dan menguasai strategi politik, mengingat generasi muda berperan penting dalam membangun struktur perekonomian, mendorong pembangunan masyarakat, dan menciptakan rasa aman.”

Negara-negara juga telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan produk-produk berkualitas tinggi di negaranya, namun konsekuensi dari tindakan tersebut adalah mahal, ilegal, tidak patuh, ilegal, dan dimonopoli oleh pemerintah daerah.

“Kami warga Kabupaten Laman sudah siap menyambut tahun baru dan berharap tahun baru ini membawa keberuntungan bagi kita,” tulisnya. (bib)

Tautan sumber