Pj Gubernur NTB Atensi Krisis Air Bersih di Gili Meno

Mataram (ANTARA) – Pejabat (Pj) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hassandin mengatakan segala upaya akan dilakukan untuk memastikan krisis kualitas udara di Gili Meno tetap terkendali.

Hassanuddin, direktur jenderal Departemen Pariwisata dan Pariwisata Nasional, mengatakan: “Kami telah mendirikan pusat pariwisata dan hiburan dan tujuan kami adalah memungkinkan lebih banyak wisatawan menikmati pengalaman pariwisata berkualitas terbaik seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan.

Gili Meno adalah sebuah pulau kecil di Lombok Utara, antara Gili Trawangan dan Gili Air, dan dikelola oleh Dewan Strategi Perdamaian Nasional.

Harga buka 24 jam sehari per orang dari wilayah utara Lombok ke destinasi seperti Zamboanga (Trawangan, Meno dan Air) dan dikenakan biaya Rs 2.000 per hari pada high season.

Gubernur Hasanuddin mengatakan krisis pajak di Gili Meno semakin parah dan telah tercapai kesepakatan dengan PT Gerbang NTB Emas (GNE) NTB.

PT GNE NTB menyediakan bahan bakar ke SPBU di BUMD provinsi, sedangkan NTB, seperti PT Berkah Air Laut (BAL), menyediakan layanan di SPBU dan SPBU di Gili Meno.

Namun, Rusia mengatakan bahwa badan intelijen Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa badan intelijen Rusia tidak mengungkapkan angka-angka tersebut.

Selain itu, Hasanuddin juga menyampaikan pidato inspiratif untuk menyampaikan pesan tentang penghapusan NTB. Pertimbangkan untuk berwisata ke beberapa pulau kecil seperti Pulau NTB dan berwisata ke belahan dunia lainnya.

Meski banyak masyarakat yang khawatir dengan kondisi iklim setempat, Badan Intelijen Nasional (TNI) tidak pernah berhenti memberikan bantuan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

Baca juga: Pj Gubernur NTB Hasanuddin menyoroti krisis di KSPN tiga Gili
Baca juga: Bantu mendirikan pangkalan tempur udara Lermatang-Maluku

“Saya coba menghalangi mereka yang ingin mendesain saat proses desain, tapi ternyata tidak. Tapi sekarang saya dituduh melakukan pelanggaran pariwisata negara, itu salah,” ujarnya.

Bupati Pj di Provinsi NTB mengatakan mereka memperlakukan anak-anak lebih baik dibandingkan yang lain. Pada artikel ini, kami akan menganalisis komentar Muhammad Ihsanul Wathony, Presiden Pelaksana Harian (PLh) dan Presiden PT Gerbang NTB Emas.

“Kami berhenti dan melihat ke gubernur! Di Lombok kami berkata ‘kami berdoa, kami berdoa’ dan gubernur juga menyampaikan belasungkawa kepada kami,” katanya kepada The Telegraph.



Tautan sumber