Dinsos: Tak ditemukan penerima bansos di Mataram bermain judi online

ANTARA – Dinas Asuransi Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan kajian terkait regulasi asuransi sosial (bansos) untuk menentukan apakah perlu diatur dan dipertaruhkan. on line Saya tidak bisa melakukan ini lagi saat itu.

Pulau Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, Kota Mataram, mengelola layanan yang diberikan oleh kelompok masyarakat yang tidak memperbolehkan perjudian tanpa jaminan, sehingga on line.

Eman Eman (Catatan: Jika berupa surat keterangan simpanan rumah tangga (KPM), izin perjudian dapat digunakan on line“,” Katanya.

Baca juga: Mataram pastikan sanksi tegas ASN Mainkan Judi “Online”.

Oleh karena itu, jumlah siswa yang mengikuti tes masuk Sekolah KPM Kota Mataram menunjukkan bahwa tes tersebut sesuai dengan kegiatan sosial di sekolah tersebut sebelumnya 75 orang.

Proyek Pakatan Harapan (PKH) dikabarkan menyebutkan sekitar 50-60 orang terdampak di wilayah Kota Mataram.

“Untuk situasi ini, kita perlu melakukan survei masyarakat untuk memahami status masyarakat mengenai masyarakat terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Penerima bansos di Mataram terindikasi ikut judi online bakal dicoret

Sejauh ini belum ada bukti bahwa persaingan di KPM menghasilkan fair play atau perjudian, karena perjudian adalah fair game. on line.

“Anggota sudah tergabung dalam tim maraton on linetapi kami juga sangat khawatir karena mereka yang menentang tidak akan menghentikan kami,” kata Katanya.

Yang lebih mengejutkan lagi, KPM juga memberikan tindakan lain untuk melindungi dirinya, seperti perjudian on lineKPM memberikan rekomendasi kepada perwakilan Pusat Pendidikan.

“Hal seperti ini tidak bisa kita terima karena bukan hal yang harus kita lakukan. Tapi kita tetap akan memberikan rekomendasi kepada pihak pusat pendidikan agar pihak pusat pendidikan bisa memberikan penerimaan yang layak,” ujarnya.

Baca juga: Kapolresta Mataram menjadi pilihan utama perjudian online besar

Di Kota Mataram, PKH memiliki tingkat penetrasi sebesar 22.081 KPM, sedangkan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki tingkat penetrasi sebesar 31.573 KPM.

Sekolah dasar dan menengah memperoleh hasil yang sangat baik pada kursus KPM dan BPNT, sedangkan sekolah dasar memperoleh hasil yang sangat baik pada kursus PKH dan BPNT.

Baca juga: Asosiasi Petani Matalan mengundang ‘influencer’ untuk berpartisipasi secara online



Tautan sumber